Membentengi Birokrasi dari Dalam Lewat Program Komcad

09/Jun/2026 22:58

Membentengi Birokrasi dari Dalam Lewat Program Komcad BBC Kepri
Kanan, Syamsul Paloh dan Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos Kepala Badan Cadangan Nasional (KABACADNAS ) Kementerian Pertahanan RI.(foto:ist)

Oleh Syamsul Paloh

Ketua Dewan Penasehat PD – XXXI KB –  FKPPI Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Dan Putra – Putri TNI – POLRI Kepri.

Dan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT )Kepri

Birokrasi adalah jantung negara. Di situlah kebijakan dirumuskan, pelayanan publik berjalan, dan kedaulatan dijalankan setiap hari.

Tapi sekuat apa pun undang-undangnya, kalau “jantung” ini lemah, mudah disusupi, maka pertahanan bangsa dari dalam akan runtuh sebelum musuh dari luar datang.

Di sinilah ide penting muncul: Pemerintah harus menerapkan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

ASN Bukan Sekadar Pelayan, Tapi Penjaga Negara

UU No. 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional sudah menegaskan: setiap warga negara adalah komponen pertahanan negara.

ASN sebagai bagian dari SDM aparatur negara punya posisi strategis. Mereka yang pegang data, anggaran, kebijakan, dan akses sistem vital.

Tanpa pembinaan bela negara yang kuat, ASN rawan jadi target 3 hal, antara lain:

– Radikalisme dan ekstremisme.

 Menyusup lewat ideologi untuk melemahkan netralitas birokrasi.

-Intervensi asing

Melalui agenda, funding, atau “konsultan” yang melemahkan kebijakan nasional.

Baca Juga :  PT XSS Laporkan Dugaan Transaksi Ilegal BizChannel, Kerugian Capai Rp 1,86 Miliar

– Korupsi danpenyalahgunaan wewenang

Yang secara perlahan menggerogoti wibawa negara.

Latihan dasar militer bukan untuk menjadikan ASN tentara. Tapi untuk membentuk “disiplin, loyalitas, cinta tanah air, dan jiwa korsa” sebagai tameng pertama.

Komponen Cadangan: Siap, Tapi Tetap Profesional

Komcad bukan wajib militer penuh. Konsepnya: ASN tetap kerja seperti biasa, tapi punya bekal dasar militer. Isinya: baris-berbaris, wawasan kebangsaan, survival, bela diri dasar, dan pengenalan ancaman siber/hibrida.

Manfaat langsungnya,

– Mental kuat: Tidak mudah diadu domba, tidak panik saat ada disinformasi masif.

– Disiplin dan integritas: Jam, aturan, tanggung jawab dilatih. Ini langsung berdampak ke kinerja birokrasi.

– Rasa memiliki negara: Dari “saya pegawai” berubah jadi “saya penjaga NKRI di meja kerja saya”.

ASN yang paham ancaman, tidak akan gampang tanda tangan kebijakan yang merugikan negara. Tidak akan diam kalau lihat praktik yang melemahkan sistem.

Membentengi Birokrasi dari “Penetrasi Halus”

Ancaman hari ini tidak selalu datang dengan tank dan rudal. Ancaman hibrida masuk lewat: narasi, regulasi, hingga orang-orang di dalam sistem.

Kalau ASN hanya dibekali skill teknis tapi kosong nilai kebangsaan, maka birokrasi jadi “rumah dengan pintu baja tapi kuncinya dari kertas”.

Baca Juga :  Korupsi Proyek Dermaga Batuampar: Modus Mark-Up, Negara Rugi Rp 30 Miliar

Latihan Komcad untuk ASN = memasang gembok baja dari dalam. Tujuannya bukan militerisasi birokrasi.

Tujuannya: “birokrasi yang kuat, netral, dan tahan banting terhadap agenda yang ingin merusak.

Membangun pertahanan negara tidak cukup dengan alutsista. Benteng paling kokoh ada di manusia dan sistemnya.

ASN adalah garda depan birokrasi. Kalau garda depan rapuh, maka seluruh pertahanan akan goyah.

Pemerintah perlu segera menerapkan program Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan wajib untuk 4 pilar bangsa :

ASN ( Penjaga birokrasi), BUMN ( Penjaga urat nadi ekonomi ), Majasiswa ( Penjaga masa depan ), Masyarakat ( Penjaga lingkungan, bekal dasar  untuk tanggap bencana, lawan hoaks, dan jaga kerukunan ).

kurikulumnya jelas, waktunya efisien, dan tujuannya terukur. Bukan untuk perang, bukan wajib militer. Ini pembekalan singkat wawasan kebangsaan, untuk menjaga agar Indonesia tetap berdiri kuat dari Sabang sampai Merauke.

Karena negara yang kuat dimulai dari rakyatnya yang siap. Benteng terkuat bukan di perbatasan, tapi di hati setiap anak bangsa.

 

Berita Terkait

Equality Before The Law: Lintong Resmi Laporkan HH Club atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Taba Iskandar Reses di Sambau, Warga:”Taba Bukan Membawa Janji, Tapi Bukti”
PT XSS Laporkan Dugaan Transaksi Ilegal BizChannel, Kerugian Capai Rp 1,86 Miliar
Tegaskan Perlindungan Bangsa, Ketua DPD Granat Kepri Dukung Total Larangan Vape Dalam RUU Narkotika. 
Granat Kepri Apresiasi Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp 2,4 miliar lebih.
Implementasi KUHP Baru, Kejari Karimun Teken MoU Posbakum dengan Kantor Hukum Hermanto Manurung dan Associates
M. Tongam Hanafi Sihite, SE Resmi Gabung Partai Demokrat, Sambut AHY dan Iftitah Sulaiman di Batam
Kapolda Kepri Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden, DPD Granat Kepri Ucapkan Selamat

Berita Terkait

13/Jun/2026 12:06 WIB

Equality Before The Law: Lintong Resmi Laporkan HH Club atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

09/Jun/2026 22:58 WIB

Membentengi Birokrasi dari Dalam Lewat Program Komcad

29/Apr/2026 16:34 WIB

Taba Iskandar Reses di Sambau, Warga:”Taba Bukan Membawa Janji, Tapi Bukti”

11/Apr/2026 22:21 WIB

PT XSS Laporkan Dugaan Transaksi Ilegal BizChannel, Kerugian Capai Rp 1,86 Miliar

08/Apr/2026 19:17 WIB

Tegaskan Perlindungan Bangsa, Ketua DPD Granat Kepri Dukung Total Larangan Vape Dalam RUU Narkotika. 

Berita Terbaru