BBCKepri.id Batam — Kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudra terpaksa dikandaskan di sekitar perairan Pulau Dangas, Kecamatan Sekupang, Kamis (29/1/2025) petang.
Keputusan darurat itu diambil nahkoda demi mencegah risiko lebih besar setelah kapal mengalami kemiringan saat berlayar menuju Jetty Pelabuhan Bintang 99 Persada.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB, tidak lama setelah kapal menuntaskan aktivitas bongkar limbah dan melepaskan tali dari MT Nave Universe.
Kapal kemudian bertolak menuju lokasi bongkar muatan berikutnya. Namun dalam pelayaran, kondisi berubah.
Kapten kapal, Jemmy Farini, menuturkan bahwa kapal perlahan mulai miring ke sisi kiri ketika dihantam gelombang yang cukup kuat.
“Saat berlayar menuju pelabuhan, kapal perlahan miring ke kiri. Kami mendapati air masuk ke dalam tangki melalui mainhole akibat ombak tinggi,” ujarnya, Jumat (30/1/2025).
Air laut dilaporkan masuk ke tangki 1 dan tangki 2. Kondisi ini memperparah kemiringan kapal.
Pada sekitar pukul 17.30 WIB, nahkoda memutuskan untuk mengandaskan kapal di sekitar Pulau Dangas sebagai langkah penyelamatan, dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh awak kapal.
Sekitar pukul 18.15 WIB, kapal berhasil dikandaskan.
Seluruh awak kapal yang berjumlah enam orang, termasuk kapten, berhasil dievakuasi dengan bantuan perahu nelayan setempat.
Selain dihantam gelombang, kemiringan kapal turut dipicu oleh pergeseran muatan. Air laut yang sempat naik ke atas dek menyebabkan muatan bergeser ke sisi kiri, menambah beban pada sisi tersebut.
“Muatan longsor ke kiri akibat air laut naik ke dek, sehingga beban sebelah kiri bertambah,” kata Jemmy.
Dalam situasi darurat itu, awak kapal berupaya mengamankan muatan dengan melilitkan tali di sekeliling kapal, sembari melakukan evakuasi awal dengan bantuan warga nelayan.

Cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan angin utara berkisar 10 knot. Ketinggian gelombang diperkirakan antara 1 hingga 1,5 meter.
Kapal diketahui tengah mengangkut 200 jumbo bag berisi limbah sludge oil yang tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Menurut kapten, pengangkutan ini merupakan perjalanan kedua, Ia menyatakan bahwa seluruh proses pengangkutan dilengkapi dokumen resmi sesuai ketentuan, antara lain izin tank cleaning, izin muat limbah B3, izin bongkar limbah B3 dari kapal besar ke kapal kecil, serta rekomendasi pengangkutan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
Pada perjalanan pertama, kapal membawa 159 jumbo bag dengan perkiraan berat sekitar 80 ton. Muatan tersebut diangkut menuju PT Mega Green Technology di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) B3 Kabil, Nongsa.
Secara keseluruhan, kapal telah mengangkut total 359 jumbo bag limbah dalam dua kali perjalanan.

Akibat insiden ini, sebagian muatan dilaporkan jatuh ke laut, Limbah tersebut terbungkus plastik dan dilapisi jumbo bag ganda.
Setelah kapal kandas, petugas KSOP Khusus Batam segera memasang oil boom di sekitar lokasi untuk mencegah potensi penyebaran limbah ke perairan dan pesisir.







