Batam – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Batam, mematangkan persiapan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Wakaf Rumah Qur’an yang berlokasi di Tiban Indah.
Acara besar ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam pada Sabtu, 22 November 2025 mendatang.
Persiapan akhir tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Geudong Kopi Tiban Indah pada Selasa, 19 November 2025.
Rapat tersebut menjadi langkah krusial untuk memastikan kelancaran dimulainya proyek wakaf produktif ini.
Momentum Kebangkitan Wakaf Produktif Ketua BWI Batam, H. Buralimar, mengungkapkan bahwa kehadiran Wali Kota Batam merupakan momentum penting untuk mengawali gerakan wakaf produktif di Batam.
“Ini momentum yang baik untuk menunjukkan bahwa gerakan wakaf produktif dengan menghadirkan Wakaf Rumah Qur’an yang mengkolaborasi program Al-Qur’an dengan pemberdayaan di sektor usaha produktif di Batam dimulai,” ujar Buralimar.
Ia juga berharap Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turut hadir. Kehadiran para pimpinan daerah ini diyakini akan menjadi motivasi besar bagi masyarakat Batam untuk aktif berwakaf.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus BWI Batam, termasuk Dewan Pertimbangan Ir. Moch. Arief, CWC, Bendahara Syarifuddin, M.T, dan anggota bidang lainnya.
Wakaf Lahan dan Visi Generasi Mandiri Wakaf, Syamsul Paloh, turut hadir dan menegaskan kembali niatnya mewakafkan lahan seluas 15 \times 22\ m^2 di Tiban Indah.
Lahan ini akan didirikan Rumah Qur’an yang tidak hanya fokus pada pembinaan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan generasi yang mandiri secara ekonomi.
“Lahan ini diwakafkan untuk didirikan Rumah Qur’an yang bermanfaat, tidak hanya bagi para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga untuk melahirkan generasi mandiri melalui keterlibatan mereka dalam mengelola usaha berbasis wakaf,” tegas Syamsul Paloh.
Persiapan Teknis dan Keterbukaan DanaUntuk memastikan acara berjalan lancar, rapat dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi, didampingi konsultan dari CV. Almatra Buana, Bambang dan tim.
Peninjauan ini untuk menentukan batas lahan, titik peletakan batu pertama, serta penataan logistik seperti tenda dan soundsystem.
Sebagai bagian dari syiar Islam, acara groundbreaking juga direncanakan akan diisi dengan kegiatan khataman Qur’an oleh santri rumah tahfiz sejak pagi.
Sejumlah tokoh dan lembaga penting akan diundang, termasuk unsur Forkopimda, ormas-ormas Islam, pengusaha, MUI, BAZNAS, dan BWI Kepri.
Meskipun dana wakaf melalui uang yang terkumpul baru mencapai sekitar 5-10 persen dari total anggaran, Ketua BWI Batam berkomitmen untuk segera menyalurkan dana yang ada demi menjaga kepercayaan (trust) kepada wakif dan masyarakat.
“Untuk menjaga trust kepercayaan kepada wakif dan masyarakat, berapapun dana yang ada disalurkan segera untuk pembangunan dan ada progresnya setiap bulan atau per triwulan secara transparan,”kata Buralimar, yang berharap acara dapat berjalan lancar dan semakin menguatkan syiar wakaf di Batam.
Dukungan untuk pembangunan Rumah Qur’an ini datang dari berbagai pihak, termasuk Sekdako Batam yang juga Ketua Dewan Pertimbangan BWI Batam, Kakankemenag Batam, hingga tokoh-tokoh masyarakat setempat.








